Oleh: bumiridho | Juni 25, 2007

Acep zam-zam Noor

COLOMBELLA

Oleh :
Acep Zam-zam Noor

Aku masih digayuti kabut yang semalam melaju dalam tidurku Melewati petak-petak ladang, tangki air dan lengkung biru Pebukitan. Rumah-rumah kotak yang kecoklatan Jalan-jalan kecil yang melingkar serta sebuah sungai Yang berliku membelah perkampungan Semuanya bermuara di mataku

Ini masih awal musim semi, kureguk Hangatnya kopi serta bait-bait pendek Ungaretti Betapa angin telah menggemburkan permukaan tanah Dengan lidahnya. Topan mengkilapkan wajah bebatuan Sebuah lapangan kota lama yang lahir kembali Dengan katedralnya yang lain

Ini masih awal musim semi Semburat matahari menerobos kaca dan sayup-sayup Kudengar dengus pepohonan yang menahan getar birahi Akar-akarnya. Ladang-ladang menghamparkan tikar pandan Sungguh musim semi telah membangunkan tidur bumi Yang panjang. Ketika langit menguraikan rambut ikalnya Sebuah kastil putih muncul dari balik pebukitan Dengan air mancurnya yang menyemburkan kilatan cahaya

1993-1997

Republika on line edisi 0305 1998

Iklan

Responses

  1. subhanallah!

  2. puisi AZN selalu membuat saya larut…luar biasa.kalo mau beli buku-buku puisinyako susah ya…harus beli dimana sih???

  3. kang Acep yang memang seniman yang unik, nyantri, peduli, juga kadang-kadang kaya akan makna

  4. Ada yang punya alamat beliau gak?

  5. k acep adalah guru besar bagi saya. mudah-mudahan dia dikasih umur panjang untuk selalalu memberikan pencerahan kepada masyarakat baik dari kesenian maupun kebudayaan.

  6. Amin kang, mudah-mudahan muncul juga kang Acep kang Acep baru di ranah ini

  7. Aku ingin terlelap di pepetakan sawah itu…..

  8. Alamt kang Acep. Komplek Pondok Pesantren Cipasung Singaparna Tasikmalaya 46417

  9. memotivasi saya utk lbh banyak belajar kosakata nan indah spt beliau..saya merasa jauh di bawah tanah,yg ingin bercerita tp tak kuasa krna keterbatasan kosakata..semoga beliau selalu sehat dan membawa kita memahami keindahan alam ini scara sederhana..Amiin.

  10. Puisi-puisi kang Acep begitu indah, sarat makna dan mendebarkan.

  11. salamullah ‘alaikum..
    kang acep puisinya bagus-bagus banged!!
    salam dari urang tasik juga..

    gilang nugraha
    Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Jkt

  12. ada kata-kata kang acep yang masih saya ingat “Jika ada Agama yang bertentangan dengan budaya, maka tolaklah agama itu” keren pisan…

  13. Bangga anak kiai saya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: