Oleh: bumiridho | Juni 27, 2007

renungan pelantikan

ini renungan buat malam pelantikan pas PM

Malam ini langit melihat
Ratusan bola mata anak manusia
yang rela meninggalkan kenyamanan dirinya
untuk mencari arti makna hidupnya

Mereka datang dari berbagai penjuru negeri
dengan niat suci walau tak pasti
mencari ilmu, mengembang nafas,
membuka cakrawala

kini, hitam, putih, sawo matang pun tak ada bedanya
karena semua kini beratap sama
berlantai sama
beratap langit, berlantai bumi

mungkin mereka lelah
tapi apalah artinya lelah
dengan apa yang mereka akan dapatkan

toh mereka telah memilih!
karena bukankah hidup adalah pilihan
mereka telah memilih untuk bergerak dan bernafas
dengan cara yang berbeda dengan pemuda biasanya
karena malam ini mereka tak ada di kasur, night club, bar, mall, distro atau di jalanan
mereka tidak ada disana
mereka ada di alam malam ini
menghirup segarnya Oksigen
mendengar deru angin menebas pepohonan
mengindera dinginnya malam

mereka telah memilih untuk bergulat dengan waktu
berkorban dengan harta
berlelah dengan jiwa
Semoga ikhlas niat mereka

malam ini bumi pun meraba
ratusan jejak langkah
para perwira
ah, bukan perwira mereka hanyalah mahasiswa
yang katanya sekitar satu tahun lamanya mereka bersama
yang katanya mau merajut asa, membentuk keluarga
tapi bukankah itu memang sikap perwira?

dan diujung hari nanti ada yang menanti
namanya mentari
katanya
ia ingin menyinari putera-puteri
yang gelisah
menghadapi sebuah pertanyaan zaman yang akan dialami
setiap anak manusia:
tentang apa yang terjadi dan apa yang bisa ia lakoni

namun ia tidak dan tak boleh sendiri
ia harus berkumpul dengan temannya
membangun tujuan yang jelas
sehingga ada tempat baginya untuk berdiri
sehingga mudah baginya untuk menjawab
karena makna hidupnya tergantung dari jawabnya

Biarlah mereka berkumpul
Karena bukankah langit, bumi dan mentari pun dibuat berkumpul
membentuk supernova, andromeda, dan bimasakti
dan coba kalian lihat adakah ketimpangan pada kumpulan langit itu
coba kalian lihat sekali lagi
maka kalian akan melihat
interaksi alami tanpa cela tanpa noda
sekali lagi
mereka berkumpul
dengan tujuan yang baik
agar maharaya angkasa ini
dapat ditempati
oleh ku, oleh mu, oleh kita semua

karena apalah artinya kita berkumpul
bila terpisah dari derita lingkungan
sibuk dengan urusannya
melupakan sekitarnya
karena apalah artinya kita berpikir
bila terpisah dari masalah kehidupan
sibuk dengan romantika otaknya
bermimpi tentang angan-angannya

bukankah hidup sekali ini harus berarti?

Demi Tuhan
Untuk Bangsa dan
Untuk Almamater
Merdeka!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: