Oleh: bumiridho | September 4, 2007

Berkacalah Negeriku

Berkacalah, negeriku
ketika mahasiswa menjadi bara,
bara membara di seluruh negeri
nyawa dijadikan coba-coba,
coba-coba taruhannya
nyawa masyarakat menangis dijadikan
maling, maling sungguhan tertawa-tawa
fakta jadi isapan jempol,
jempol dan telunjuk serupa pelatuk

(kemudian berakhir di meja-meja perundingan
sambil mencungkili slilit dengan gelondongan kayu)

Berkacalah, negeriku
ketika petani menanam padi,
padi dimakan belalang,
belalang dimakan petani,
petani menanam harapan,
hutan jadi asap,
asap terbang ke negeri tetangga,
tetangga sedia menyumbang,
sumbangan membuat rakyat sengsara

(kemudian para orangtua menangisi masa depan
sambil menyuapi bayi-bayi nusantara dengan susu air tajin)

berkacalah, negeriku,
kau tak perlu berbedak
berkacalah, negeriku,
kau tak perlu malu

-gola gong-

kebon jeruk, mei berdarah, 1998

Iklan

Responses

  1. berniat jadi sastrawan ya dho?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: