Oleh: bumiridho | Agustus 15, 2008

Asa Avant Garde dari INKM 2007

Asa Avant Garde dari INKM 2007

Ada yang pernah mendengar istilah Avant Garde, jika teman pembaca adalah anak ITB khususnya FT tentunya istilah ini cukup familiar lantaran ada tulisan Avant Garde di lambang salah satu himpunan di ITB.

Saya pun mencari di kamus encarta arti dari kata Avant Garde ini kira-kira artinya jika dibahasakan dalam bahasa Indonesia ialah artis (Arti artis gak sebatas pemeran perempuan dalam film atau dunia pertelevisian) dengan metode dan cara-cara yang baru. Maka saya jadi mengerti kenapa sastrawan kita seperti Pramoedya Ananta Toer dengan bangga mengatakan bahwa jenis sastranya ialah sastra Avant Garde yang beliau ungkapkan dalam pidatonya yang berjudul “Sastra, Sensor dan Negara” saat menerima penghargaan Magsaysay (tahun 2008 ini tokoh Muhammadiyah Pak Syafii Maarif menerima penghargaan ini). Pak Pramodya mengatakan sebagai berikut: “Karya sastra para pengarang avant garde hanya mengganggu tidur pribadi-pribadi dalam lingkaran elit kekuasaan, yang kuatir suatu kali cengkeramannya atas rakyat bawahan bisa terlepas”

Lalu ada apa dengan INKM dan kaitannya dengan Avant Garde? Begini, Ospek yang saya kenal di ITB mulai dari OSKM 2003 sampai PMB 2007 dan saat ini INKM 2008 memiliki sebuah tradisi untuk melahirkan para avant grade baru, yang jelas hal ini telah disengaja secara sistemik dengan tradisi-tradisi yang cukup menyenangkan. Mengapa menyenangkan? karena bagi saya tradisi Ospek di ITB cukup unik dan cukup selektif, Ospek di ITB mampu untuk memberikan pendidikan kebangsaan yang lebih ngena dibanding kuliah Kewarganegaraan selama satu semester melalui cara yang sesuai dengan karakter dan kondisi tiap mahasiswa yang melalui sistem ini.

Penjelasannya seperti ini, teman-teman pembaca apalagi yang berkutat dengan kaderisasi pasti tahu kalo sistem kaderisasi merupakan sistem pembelajaran yang dirancang dua arah, untuk pengkader dan untuk yang dikader. Kalo di review terdapat 3 jenis pengkader di Ospek ITB. Pertama, pengkader mula semacem panitia teknis OHU, Taplok, Kesehatan dan Kamtibmas (kemanan maksudnya). Kedua, pengkader pertengahan semacem panitia inti. Ketiga, pengkader keder (maksudnya tukang bikin keder panitia :-D semacem kahim-kahim, kabinet, senator, massa kampus dan para swasta yang peduli).

Untuk pengkader mula misalnya, orang yang murah senyum, baik hati, ramah dan inklusif biasanya masuk Taplok, nah di Taplok dia di asah bener-bener buat ngembangin bakatnya dia, alhasil keluar orang-orang semacem Uci dan Heru (pada kenal gak?) ato di bagian lainnya semacam Kemanan, Kesehatan dan OHU. Yang menarik di panitia OHU, para mantan panitia OHU yang saya kenal di kampus pada bertransformasi jadi orang-orang kreatif di tiap acara kemahasiswaan terpusat. Buat pengkader pertengahan, misalnya orang yang jadi tim Materi, dia keasah jadi tukang mikir yang ujung-ujungnya pada nongkrong di Dialekta atau di tim acara yang di PMB 2007 lalu pada jadi Kahim, serta para danlap yang pernah ada salah seorangnya jadi Presiden KM Pengkader ketiga, ya temen-temen udah kebayang kayak gimana ceritanya (ini mah males ngetik aja 😀 )

Lalu Avant Gardenya dimana? Avant Gardenya ya semua mahasiswa yang terlibat disana (mulai gak penting ya tulisannya, makanya gak dimasukkin ke Agenda Ganesha). Karena judul tulisan ini “Asa” yang artinya harapan, ya harapannya INKM yang sedang diadakan saat ini bisa ngebrozolin avant grade baru, yang perlu diinget gak harus kritis di politis doang, harus kritis juga di tataran keilmuan yang menjadi karakter harapan ITB di masyarakat itu sendiri yaitu insan yang mampu mengaplikasikan sains, teknologi dan seni.

INKM menjadi unik dan mampu melahirkan avant garde karena INKM atau Ospek di ITB ialah pendidikan yang kata freire “pendidikan hadap masalah” yang jika diaplikasikan sepanjang saya ikut OSKM di kampus, yaitu dengan menciptakan mahasiswa ITB yang tidak teralienasi, tetapi menjadi mahasiswa yang inklusif, dinamis dan peduli terhadap masyarakat.

Yah, lihat saja hasilnya, apakah kita KM ITB bisa ngedorong munculnya artis (Baca: Mahasiswa) yang orisinil yang punya ide-ide segar atau atau artis yang hanya mengalami euforia saja atau yang sekedar terdokrinasi atau yang acuh tak acuh. Tentunya yang pertama.

Leces, 15 Agustus 2008

Idho ( P & K Kabinet KM ITB 2008/2009)

Iklan

Responses

  1. Avant Garde pak..

    bukan Grade

  2. Siap bosss besar, udah di edit. tengkyu

  3. apa hubunganya artis dgn FT?

  4. halah… bos besar

    😀

  5. Hahaha..
    PMB 2007 itu ‘kan yang anak2 acaranya jadi kahim, trus anak2 materi-nya jadi menteri ‘kan?
    hehehe… benar-benar avant garde..

  6. jd arti avant garde scara keseluruhan itu?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: