Oleh: bumiridho | Agustus 15, 2008

Goes (pergi bukan ngeboseh) to Bromo

Tepat satu bulan yang lalu, ditemani oleh purnama, kami rombongan Kerja Praktek Leces berangkat bersama untuk menikmati indahnya suasana pagi hari di gunung Bromo. Kami berangkat pukul 12 malam dan tiba di desa Cemoro lawang kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo pukul 2 pagi.

Tempat berhenti pertama kami ialah di balai desa, turun dari mobil “berr” dingin euy, kalo dibandingin mirip di ciwidey atau situ lembang kalau malem-malem. Susananya saat itu cukup ramai karena sedang ada acara ludruk (drama tradisional Jawa Timur kalau di Sunda mah longser). Dari Balai Desa perjalanan di lanjutkan ke Hotel Bromo tepatnya di tempat Parkirnya, setelah bayar 50 rebu untuk 10 orang lebih, kami kemudian duduk di sekitar tempat parkir dan di tempat parkir sudah ada rombonganyang datang lebih dahulu daripada kami.

Tiba-tiba datang tukang dagang souvenir kayak kupluk, syal dan sarung tangan. Terjadilah adu kata-kata antara teman kami “Rahma” dengan pedagang, yang pada akhirnya arek-arek Suroboyo itulah yang menang (dapat harga jauh lebih murah). Jam 3 pun tiba akhirnya kami berangkat bersama rombongan yang sudah tiba sebelumnya. Ketika 100 meter berjalan saya menoleh kekiri. Wow, Subhanallah, amazing pisaan. Pemandangannya itu indah tuenan, bayangkan perpaduan kabut menyelimuti padang pasir Bromo, Gunung Batu yang bagian bawahnya ditutupi Kabut, ditambah dengan cahaya bulan Purnama serta posisi kami yang memandang dari atas ( posisi Hotel dengan Gunung hampir sejajar) membuat pas banget pemandangannya (bener-bener Lukisan alam yang luar biasa).

Kami pun melewati padang pasir yang kadang-kadang berbau aneh (semula kami kira bau bunga Edelweis ternyata Pasir bercampur tai Kuda “_” ). Setelah menanjak tangga yang cukup tinggi, kami pun sampai di pu cak Bromo sekitar pukul 4 pagi. Puassss rasanya, kemudian kami duduk, ngemil dan bercengkrama serta tentunya foto-foto.

Berhubung sudah masuk waktu Shubuh, kami Shalat diatas Gunung Bromo (gak nyangka bisa shalat Juga diatas Gunung Bromo), setelah itu di ufuk timur datanglah warna merah kemudian kuning dan warna -warna lainnya yang menghasilkan Gradasi sempurna buatan yang maha kuasa. Ini fotonya:

Keindahan tak berhenti disitu, ketika matahari mulai naik, cahayanya merekah, kemudian sinarnya menembus kabut dan dipantulkan padang pasir, tampak seperti lautan. Subhanallah. ini fotonya:

Begitu cerita Bromo part duanya.

To go to this place is recommended

Iklan

Responses

  1. Waah keren….
    saya orang jatim malah blom pernah ke sono…
    kapan ya ke sono..
    sandibayuperwira.wordpress.com

  2. waau, indahnya indonesia

  3. yang tampil di foto di header blog antum siapa aja dho?
    ngga jelas soalna
    salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: