Oleh: bumiridho | Maret 3, 2011

Tiga anak laki-laki …

Hari kamis sore kadang-kadang saya pulang ke Bandung, bareng sama customer yg memang kalau tidak ada halangan beliau kamis sore pulang ke Bandung dan pagi harinya balik lagi ke purwakarta.

Sebenernya kebahagiaan bisa pulang ke bandung lebih kepada ketemu sama ibu dan adik-adik yg tercinta.

Yah, tiga anak laki-laki semuanya depannya Muhammad dan belakangnya Fithri Wikarta, dan nama tengahnya yang beda dan ngebuat karakternya berbeda.

Saya yg anak pertama karena hidup pas jaman prihatin jadinya gaulnya biasa-biasa aja, kalo adik yang kedua gaulnya agak rame dan yang ketiga agak khas.

Kalo temen-temen yg baca anak pertama, mungkin ada yg beda persepsi ya, cuma kalao di pikir-pikir menurut saya, ya tugas kakak bwt nemenin adik-adiknya, walaupun pada kenyataannya agak susah juga, kadang-kadang saya agak keras sama adik kedua yang skrg kelas 3 smp dan mau UAN, soalnya udah mau ujian, gawena ulin, walaupun kalo dipikir ya ulin juga gak papa tapi wayahna weh dek ujian ieu teh.

Selain itu kebutuhan anak2 jaman sekarang agak beda (ah ato mungkin saya dulu agak beda gitu ya), kalo dulu pas jaman SMP saya naek angkot kasakola mah biasa, anak jaman sekarang mah pinginnya Motor Mios tea, jadi pada biasa dan pingin kenyamanan gituh (ya wajar juga) jaman saya baheula mah iklan di TV masih jarang.

Kalo adik yang kedua masih kelas 4 SD, kata temennya dia mirip Justin Bieber hehe, berarti lanceukna mah mirip sahanya? hehe, agak khas kenapa karena banyak pisan temennya yang nyamper ke rumah dan kadang-kadang yang nyamper ke rumah temennya yang SMP ato yg lebih tua, kalo anak jaman sekarang mah kelas 4 SD udah pada tau tentang game-game, udah jago main PB dan lainnya.

Yah yang paling dikhawatirin sebenernya saya salah bersikap, tiap anak emang khas, yah rada riweuh lah, tapi di balik itu semua, saya nyaah pisan kakeduanya.

Ada kutipan yang Bagus dari gola gong si penulis itu sbb:

“PESAN SEORANG AYAH KEPADA ANAK LELAKI:
Kau harus berani mengatakan “tidak” untuk yang salah dan “ya” untuk yang benar. Kau harus melindungi martabat rumahmu dengan menjaga saudara-saudara perempuanmu dan ibumu. Kau harus berani melindungi yang tertindas. Dan jika kau berkeluarga nanti, kau sudah mati sebagai lelaki, tapi kau berganti menjadi suami dan ayah. Kau harus selalu pulang ke rumah dan mengabdi kepada istri dan anak-anakmu. Kau harus bekerja dan menafkahi mereka. Kau harus jadi ayah dan suami yang bisa menjaga kehormatan mereka.”
— Gola Gong (Aku Anak Matahari)

Yah begitulah catatan malam jumat ini…
semoga Allah selalu menyelimuti keduanya dengan rahmat dan kasih sayang sehingga keduanya dapat menemukan rencana besar Allah buat mereka Berdua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: